December 12nd

Entah siapa yang salah..

Aku hanya membaca perbincangan di salah satu jejaring yang sempat kami gunakan saat liburan semester 6 dan ternyata dia juga melakukannya dengan wanita itu. Agak miris, tapi aku hanya bisa diam membacanya. Rasanya ada yang “menyayat” hatiku (agak lebay sih), saat tau orang yang kamu percaya ternyata menusukmu dari belakang terlebih dengan wanita yang dibilang wanita baik2 karena dia ikut organisasi kerohanian. Kalau wanita itu tau inti dari ajaran beragama adalah tidak saling menyakiti, lalu apa yang dia perbuat benar?? Memang semua orang berhak untuk saling mencintai dan dicintai, tapi apa kamu juga ingin kalau suatu hari pasanganmu “digoda” oleh wanita/pria lain?

Aku teringat catatan kaka kelas temanku… Konteksnya dalam suatu pernikahan tapi inti masalahnya hampir sama. Perbedaannya, isteri dia bisa menyimpan rasa sakit hatinya dan mencoba untuk mandiri agar dia bisa survive dan berusaha membalas “kejahatan” suaminya dengan kebaikan. Hingga suatu hari hati suaminya luluh dan sadar kalau dia mencintai isterinya dan ketika dia akan memberi hadiah untuk isteri yang dicintainya, semua telah terlambat. Isterinya meninggal dunia karena sakit yang dideritannya karena menanggung beban hidupnya. Dan saat itu suaminya sangat terpukul.

Kita tidak pernah tau berapa lama kita bisa terus bersama dengan orang yang kita sayangi, kita hanya berusaha untuk membuatnya bahagia.

seseorang akan merasa kehilangan orang yang disayanginya ketika orang tersebut telah pergi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s