Keputusanku

Setelah aku pikirkan, aku memutuskan untuk me-nonaktif-kan akun FB dan Twitter. Walaupun belum permanen. Aku merasa jejaring tersebut terkadang malah membuatku terlihat bodoh karena posting2 yang ku buat.  -___-“.

Terkadang jejaring itu membuatku sedih karena melihat dia atau perempuan yang pernah dia cintai…

Meskipun aku telah memutuskan untuk me-nonaktif-kan akunku, tapi terkadang aku sempat mencuri kesempatan untuk melihat apa yang sedang dia tuliskan di akunnya. ^.^ . Ini adalah hal bodoh (lagi) yang aku lakukan. Harusnya aku sadar kalau dia tidak mengharapkanku lagi, kenapa aku belum bisa menerimanya? Apa karena janji masa depan yang indah? Lupakanlah… itu hanyalah perkataan untuk membuatku percaya. Dan sekarang aku telah tau bagaimana sikapnya sekarang terhadapku… aku hanyalah orang yang tercampakkan setelah semuanya telah terjadi. Miris, Ironis, tapi itulah yang terjadi.

Sekarang, aku berusaha untuk tidak mengingatnya karena tidak mungkin aku bisa melupakannya. Melupakan semua kenangan itu, janji-janji yang telah terucap, tawa dan tangi itu. Semuanya tidak bisa dengan mudah tuk dilupakan, tak semudah seperti yang dia katakana untuk melupakanku.

Semoga kesendirian ini membuatku lebih dewasa dan tau apa rencana Tuhan untukku. Untukku yang telah berdosa karena telah menduakan cinta-Nya.

Lalu, sampai kapan aku berhenti melakukan hal bodoh itu? We’ll see.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s